SIKAP BERBAHASA INGGRIS MASYARAKAT KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) “WARISAN PUSAKA” DALAM MEMBERIKAN LAYANAN KEPADA WISATAWAN DI DESA WISATA MUNGGU MENGWI BADUNG, BALI

  • I Ketut Murdana Politeknik Pariwisata Bali
Keywords: sikap berbahasa, pokdarwis, desa wisata

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengkaji atau menelaah sikap berbahasa Inggris masyarakat kelompok sadar wisata (POKDARWIS) “Warisan Pusaka” dalam Memberikan Layanan kepada Wisatawan di Desa Wisata Munggu Mengwi Badung, Bali. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis sikap berbahasa Inggris yaitu sikap positif, negatif dan netral kelompok sadar wisata (POKDARWIS) “Warisan Pusaka” di Desa Wisata Munggu Mengwi, Badung – Bali. Data dalam penelitian ini berupa data primer yang diambil langsung dari sikap berbahasa Inggris para informan/narasumber/responden pada saat wawancara langsung secara terstruktur dan juga dengan cara pengisian kuesioner penelitian. Informan / narasumber data dipilih secara purposive, snowball dan sampling jenuh yang diambil sebanyak 30 orang sampel masyarakat kelompok sadar wisata (POKDARWIS) di Desa Wisata Munggu, Mengwi, Badung – Bali. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori sikap berbahasa (Language Attitude) yang dikemukakan oleh Holmes (2001) dan Ivan Indrawan Jendra (2010). Hasil penelitian ini bahwa berdasarkan hasil wawancara terstruktur secara umum pada informan yaitu sebesar, 0,88% bersikap positif dalam berbahasa Inggris, ditinjau dari jenis kelamin dari responden baik itu laki-laki maupun perempuan sebanyak 0,76% responden dan sebesar 0,25% responden bersikap positif dalam berbahasa Inggris. Berdasarkan atas pekerjaan sebesar 0,25% responden bersikap positif dalam berbahasa Inggris

Published
2020-03-10